my Octavarium, a Systematic Chaos…
coretan seadanya dari mahluk seadanya, yg berpikir dan bermimpi tak seadanya, masih hidup seadanya, masih makan nasi, masih ngerokok dan masih minum H2O (air … bukan bir !!!) ….tapi percayalah, aku ajaib, kamu juga, kalian juga…semesta ini ajaib, dengan caranya masing-masing…Abot, Abort, About
saya, aku, terserahlah apa menyebutnya. seorang buruh upahan di sebuah pesawahan yg padanya tertanam sesuatu yg selalu diburu namun akan segera habis dalam satu abad ke depan. emas hitam dalam jebakan lipat2 antiklinal
menyukai film atau bacaan jadul dan meminati tulis-menulis. benaknya suka melompat-lompat, mulutnya suka ceplas-ceplos. yang membuat perempuan ‘biasa’ akan dengan cepat melengos
generalis, mungkin itu istilah yg mendekati – dibandingkan dg spesialis
sejak kecil suka membaca, apa saja, termasuk sobekan koran di lapangan bola, atau cerita seru macam *****un.com (yg skr sudah tak ada)
buruh upahan adalah satu hal, namun ada hal lain: aku menolak untuk membunuh anarkhi kata dan aksara yg masih suka muter2 di kepala.
beberapa anarkhi otak itu sempat ‘muncrat’ dan ‘ber dar der dor’ dalam bentuk puisi, potongan puisi, jargon, coretan di tembok, atau apa saja, yg penting terasa enak di diksi dan isi…[aha..coretan di tembok, masih kuingat coretan seorang teman di sebuah tembok kamar: semoga Tuhan mengampuni Nurcholish !!, dan kutulis di bawahnya dengan huruf yg jauh lebih kecil: amin, semoga saja tuhan ada...]
dulu sempat bikin2 artikel utk sebuah koran….[yang kemudian membuat org2 tersesat di wajahku....menerka sesuatu yang salah: aku anak fisip?? hahaha..dodols...!!]
dulu, menulis menghasilkan sesuatu yg lumayan, plus menyehatkan jiwa. kalau dimuat, fee-nya bisa buat tambahan makan dan beli rokok. begitulah nasib anak kost nan miskin, datang dari udik, pergi ke kota, pengen jadi orang terdidik [aduh nak, riwayatmu dulu....]
namun itu dulu, saat angka2 belum diketemukan. saat idealisme begitu mudah diledakkan, dan dikekalkan dalam jejak2 kaki di jalanan, sambil mengibarkan bendera, berteriak serak, melabrak para keparat bersenjata.
[hohoho...skr udah malu berlagak begitu, enggan....sebab kutahu org2 sudah lelah dg semuanya. lelah yg mengikis rasa percaya. a zero trust society, that we are. kita adalah segerombolan manusia yang hidup di sebuah negeri bernama indonesia, yg tak percaya pada apapun, pada perubahan, pada masa depan, pada harapan...]
walhasil, sebagai blog iseng, sepertinya tak ada harapan lebih kecuali sekedar bersama merayakan kegemaran menulis dikala senaggangÂ
2 Comments »
Mas…update donk…saya ngikutin loh…bagus2 “celetukannya” yah yah…..
Your comment
HTML-Tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Lam kenal…